Senin, 18 April 2016

analisis produk manajemen pemasaran

HASIL LAPORAN  ANALISIS PEMASARAN
PRODUK TUPPERWARE

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Tugas
pada Mata Kuliah Manajemen Keuangan 1
Dosen Pengampu : Tamamudin

Oleh    :
Nama   : Islakhul Qonitah
Nim     : 2013114193
Kelas   :

PROGRAM STUDI EKONOMI SYARIAH
JURUSAN SYARIAH DAN EKONOMI ISLAM
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN)
PEKALONGAN
2015



BAB1
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Kegiatan pemasaran adalah kegiatan penawaran suatu produk atau jasa sesuai  dengan kebutuhan dan keinginan konsumen. Kegiatan ini tentu saja tidak terlepas  dari keputusan konsumen mengenai salah satu atribut yang dimiliki produk  tersebut yaitu harga. Harga adalah jumlah yang harus diberikan oleh pelanggan  terhadap kepemilikan suatu produk atau jasa.
Dalam penelitian ini, keputusan konsumen membayar harga premium  maksudnya adalah keputusan konsumen untuk bersedia membeli suatu produk  dengan harga prestise yang merupakan strategi penetapan harga tertinggi yang  bisa ditawarkan dimana pembeli mempunyai asumsi bahwa barang-barang mahal  mempunyai reputasi yang luar biasa atau mempunyai kualitas yang sangat bagus  dan berbeda.
Keputusan konsumen membayar harga premium tentu saja tidak terlepas dari  kemampuan para pemasar dalam membentuk identitas produk yang kuat, antara  lain merek dari produk tersebut untuk dapat bertahan di tengah maraknya  persaingan dan membanjirnya penawaran produk sejenis dengan merek yang  berbeda di pasar baik dari dalam maupun dari luar negeri. Merek merupakan suatu  tanda atau simbol yang menunjukkan identitas suatu barang atau jasa tertentu  yang dapat berupa kata-kata, gambar atau kombinasi keduanya sehingga  membedakannya dengan barang atau jasa dari pesaingnya.
Pada merek ditemukan nilai-nilai yang bersifat tidak berwujud (intangible), emosional, keyakinan, harapan, serta sarat dengan persepsi pelanggan. Merek  yang prestisius dapat disebut memiliki ekuitas merek (brand equity) yang kuat. Ekuitas merek merupakan pengaruh diferensial positif maksudnya apabila  pelanggan mengenal nama merek, pelanggan akan merespons produk atau jasa  tersebut. Suatu produk dengan ekuitas merek yang kuat akan mampu memberikan  pertahanan kepada perusahaan dalam persaingan dengan jangka waktu yang lama.
Oleh karena itu, pengetahuan tentang elemen-elemen ekuitas merek yang terdiri  dari kesadaran merek, asosiasi merek, persepsi kualitas, dan loyalitas merek serta pengukurannya sangat diperlukan untuk menyn langkah strategis dalam  meningkatkan eksistensi merek yang akhirnya dapat meningkatkan keuntungan  perusahaan.
B.     Rumusan Masalah
Hal inilah yang menarik penulis untuk meneliti faktor-faktor yang mempengaruhi loyalitas pelanggan Tupperware karena menurut Griffin (2002: 29) loyalitas mengacu pada perilaku dari unit-unit pengambilan keputusan untuk melakukan pembelian secara terus menerus terhadap barang atau jasa perusahaan yang dipilih. Loyalitas konsumen memiliki peranan penting dalam sebuah perusahaan, mempertahankan mereka berarti meningkatkan kinerja keuangan dan kinerja kelangsungan hidup perusahaan, hal ini menjadi alasan utama bagi perusahaan untuk menarik dan mempertahankan mereka. Menurut Dharmmesta (1999: 128) faktor-faktor yang mempengaruhi loyalitas adalah faktor harga, pelayanan, kualitas produk dan promosi.
C.     Tujuan Pembahasan
Melihat keterkaitan variabel kualitas produk, harga, promosi dan desain sebagai variabel independen, dan loyalitas sebagai variabel dependen.
Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah:
a.       Untuk mengetahui pendapat konsumen mengenai kualitas produk, harga, promosi dan desain produk pada Tupperware;
b.      Untuk mengetahui tingkat loyalitas konsumen pada Tupperware;
c.       Untuk membuktikan pengaruh faktor-faktor kualitas produk, harga, promosi dan desain produk terhadap loyalitas konsumen Tupperware.

BAB II
PEMBAHASAN

A.    Profil Perusahaan 
Tupperware adalah perusahaan multinasional yang memproduksi dan memasarkan produk plastic berkualitas untuk rumah tangga. Kantor pusatnya berkedudukan di Orland Amerika serikat. Dengan sistem penjualan Direct Selling (penjualan langsung). Kini Tupperware berkembang sangat pesat dan menjangkau pasar lebih dari 100 negara. Di banyak negara, Tupperware selalu menempati ranking atas di antara perusahaan-perusahaan direct selling lainnya.
Berawal dari penemuan material plastic yang telah diperbaharui oleh Earl Tupper tahun 1938 di Amerika yang kemudian dikembangkan pada tahun 1964. Maka lahirlah produk-produk inovatif dengan merk Tupperware yang mempermudah kehidupan ibu-ibu rumah tangga di Amerika. Tupperware telah menjadi salah satu perusahaan terkemuka di dunia di bidang wadah plastik untuk penyimpanan maupun penyajian yang berkualitas tinggi  dalam usianya yang lebih dari setengah abad. Saat ini Tupperware telah  dipasarkan hampir di seratus negara di dunia dan merupakan perusahaan ketiga  terbesar di dunia untuk kategori penjualan langsung (Direct Selling). Di Indonesia  sendiri, Tupperware mulai dijual sejak tahun 1991. Saat ini Tupperware Indonesia  telah memiliki lebih dari 70 distributor resmi yang tersebar di beberapa kota di  Indonesia.
Tupperware mengalami peningkatan dalam pemasarannya pada saat krisis  moneter yang terjadi pada tahun 1998. Hal ini justru dikarenakan pada saat  masyarakat Indonesia banyak yang di-PHK, disinilah Tupperware kemudian  mengajak mereka yang hanya mempunyai modal yang tersisa untuk ikut  bergabung dalam pemasaran Tuppeware yang pada akhirnya menguntungkan bagi  mereka. Proses yang dilalui Tupperware seperti ’akar pohon’ dimana seorang  dealer mencari beberapa orang untuk dijadikan dealer baru dengan mengadakan  suatu party.  Party  disini dalam arti mengadakan pertemuan dengan beberapa  kenalannya untuk mendemonsrasikan produk-produk dari Tupperware, penjualan  dan diselingi dengan beberapa permainan yang akan memberikan hadiah menarik  bagi ibu-ibu yang hadir dalam party tersebut. Kegiatan ini akan menarik minat  para undangan untuk menjadi dealer-dealer Tupperware yang baru nantinya dan  jumlahnya akan terus-menerus berkembang. Hal inilah yang membuat  peningkatan penjualan Tupperware pada krisis moneter tahun 1998.
Tupperware mempunyai banyak keunggulan seperti adanya garansi seumur  hidup, melakukan inovasi terus-menerus, desainnya yang menarik, ramah  lingkungan, serta aman untuk makanan dan minuman membuat Tupperware  semakin diminati dan berdampak semakin diingatnya merek Tupperware oleh  konsumennya.
Pada Kamis 22 Juli 2010 Tupperware berhasil memperoleh penghargaan  ”Indonesia Most Favorite Woman Brand 2010”. Ini menandakan bahwa merek  Tupperware sangat diminati wanita-wanita di Indonesia meskipun Tupperware  memiliki harga yang cukup tinggi dibandingkan produk penyimpanan dan  penyajian lainnya.
Tupperware selalu melahirkan produk-produk baru yang inovatif dan berkuaitas, selalu jeli memanfaatkan teknologi dan tanggapan terhadap perubahan-perubahan yang terjadi di masyarakat. Semua produk Tupperware memiliki desain unik dan inovatif dengan warna-warna yang khas, trendi dan menarik. Produk Tupperware menggunakan bahan-bahan kualitas terbaik yang aman bagi kesehatan, ramah lingkungan dan dijamin dengan garansi produk (jika rusak dalam pemakaian normal). Itulah keistimewaan sekaligus komitmen Tupperware : “Memberikan Kepuasan maksimal kepada semua pencinta dan pengguna produk Tupperware dimana pun meraka berada”.
Dukungan oleh lebih dari 150.000 tenaga penjual independen (Tupper Lady), Produk Tupperware berhasil menembus berbagai kalangan. Berbagai pelatihan dan bimbingan diberikan sebagai bekal untuk menjadi tenaga penjual yang tanggauh.Walaupun terdiri dari berbagai latar belakang ekonomi dan pendidikan, tetapi ada satu persamaannya, yaitu mereka bisa menyisihkan waktu untuk keluarga, sekaligus pencapaian karir dan penghasilan yang sangat memuaskan.
Visi Tupperware Indonesia adalah menjadi “Company of Choice dan Brand of Choice”. Sedangkan misinya adalah “mengubah hidup orang dan keluarganya menjadi lebih baik”.

B.     Produk
Produk adalah segala sesuatu yang dapat dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia atau masyarakat. Produk tersebut harus kita usahakan agar dapat menjadi cocok dengan pasar yakni orang atau organisasi serta masyarakat luas, yang mana mereka itu pasti memiliki berbagai macam kebutuhan. Jadi produk yang harus kita siapkan harus dapat menjadi cocok dengan kebutuhan pasar atau masyarakat konsumen tersebut.[1]
Tupperware merupakan  peralatan rumah tangga yang terbuat dari plastik di antara plastic lainnya yang sudah terkenal dikhalayak luas,tupperware dapat berupa wadah penyimpanan sayuran, kue, dll. Wadah penyajian snack, kue , dll, dan bahkan ada tas untuk berpiknik, dan beberapa peralatan dapur lainnya, produk yang di produksi dengan kualitas plastik berkualitas tinggi ini menyebabkan  produk ini sudah dikenal oleh khalayak banyak akan kualitasnya yang bagus. Dibandingkan dengan produk plastik lainnya baik shinpo, calista, lion star, kiramas. Konsumen masih menjatuhkan hatinya kepada produk Tupperware ini, contoh botol minum yang bermerek Tupperware telah terbukti disemua khalayak bahwa walaupun botol minum atau cangkir minum yang bertutup itu dibalikkan terbalik yaitu tutup dibawah maka hasilnya tidak akan tumpah sedangkan merek produk plastik lainnya masih saja bisa tumpah sehingga menyebabkan orang kesulitan jika botol minum atau cangkir minum tersebut diletakkan didalam tas.
C.     Promosi
Promosi merupakan kegiatan yang ditujukan untuk mempengaruhi konsumen agar mereka dapat menjadi kenal akan produk yang ditawarkan oleh perusahaan kepada mereka dan kemudian mereka menjadi senang lalu membeli produk tersebut.[2] Cara mempromosikan produk dalam Tupperware ada beberapa cara, yaitu :
a.      Iklan atau Advertensi
Merupakan alat utama bagi perusahaan untuk mempengaruhi konsumen. Advertensi ini dapat dilakukan oleh perusahaan lewat surat kabar, radio, majalah, televise, maupun bentuk poster yang ada dalam pinggir jalan. Dalam perusahaan Tupperware menggunakan majalah.
b.      Promosi penjualan
Merupakan kegiatan perusahaan untuk menjajakan produk yang dipasarkanya sedemikian rupa sehingga konsumen akan mudah untuk melihatnya dan bahkan dengan cara penempatan dan pengaturan tertentu maka produk itu akan menarik perhatian konsumen. Cara penjualannya dari Tupperware yaitu mereka merancang, membuat, dan menyebarkan produk-produknya ke seluruh dunia melalui metode penjualan (metode pemasaran yang baik) langsung kepada konsumen disetiap kota melalui member-member.
c.       Personal Selling
Merupakan kegiatan perusahaan untuk melakukan kontak langsung degan para konsumenya. Dengan kontak langsung ini diharapkan akan terjadi hubungan atau interaksi yang positif antara pengusaha dengan calon konsumennya itu.
Cara penjualan yang unik diperkenalkan oleh Brownie Wise melalui Home Party yang informative dan menyenangkan.Di berbagai belahan dunia, Home Party Tupperware kini lebih dikenal dengan nama Tupperware Party. Diperkirakan setiap 2,3 detik diselenggarakan Tupperware Party di salah satu dunia.
Berikut  tema terpopuler penyelenggaraan Tupperware party di Negara Indonesia :
a.       Pembukaan
Langkah ini dimulai dari mengucapkan salam, perkenalan diri sang nyonya rumah selaku rekanan Tupperware (tak lupa mengucapkan terima kasih pada tamu yang bersedia datang ke Tupperware Party ini), lalu pemberian penghargaan kepada nyonya rumah dan para tamu.
b.      Permainan/ game
Pada langkah ini, nyonya rumah memberikan instruksi cara permainan (permainan dirancang sendiri oleh nyonya rumah, berdasarkan referensi sebelumnya, atau murni idenya sendiri), selain memimpin permainan dengan cara hidup dan menyenangkan. Hadiah-hadiah berupa produk Tupperware yang akan diberikan pada sang pemenang diumumkan, berikut petunjuk pemakaian dan penggunaan hadiah tersebut.
c.       Pengantar mengenai produk Tupperware
Tahap ini merupakan intro dari tahap demo/ peragaan yang sesungguhnya. Pada tahap ini, pengelan produk Tupperware disajikan secara detail, dari mulai sejarah dan latar belakang perusahaan, bahan yang dikenakan, pengakuan US FDA sebagai produk yang aman pakai, garansi-garansinya, strategi pemasaran melalui Tupperware Party dan keunikannya yang ada pada tutupnya.
d.      Pengenalan produk
Langkah ini merupakan tahap peragaan yang merupakan into dari Tupperware Party ini sendiri. Nyonya rumah biasanya akan memiliki dan memperagakan sedikitnya 3 produk Tupperware, dengan menonjolkan jenis produk yang sesuai dengan tema pesta. Bagi mereka yang ingin mencermati lebih jauh tentang keunggulan memakai Tupperware, disediakan waktu tanya-jawab.
e.       Table Shopping dan Datings
Dating menyerupai sistem antrian penyelenggaraan arisan even berikutnya. Bedanya, dalam sistem ini tidak diadakan undian. Nyonya rumah diharapkan mendapatkan calon-calon rekanan Tupperware yang berminat mengorganisir Tupperware Party di tempatnya, dengan imbalan komisi/ hadiah yang menarik tentunya
D.    Price(Harga dari Tupperware)
Harga yang di tawarkan Tupperware relative tinggi dimana dari harga plastic biasa adalah 1:2 tetapi dengan menawarkan harga yang relative mahal ia berhasil menguasai pemasaran produk plastik yang sangat dikenal oleh pelanggan,dikarenakan ia mematokkan harga yang sesuai dengan kualitas dan orang tidak akan mengeluh akan kualitas produk karena benar-benar berkualitas dibandingkan produk plastik lainnya dan penawaran akan garansi seumur hidup yang ditawarkan dari tupperware.
E.     Place(Lokasi/tempat pemasaran)
Tupperware telah menyediakan lokasi tempat yang strategis untuk member yang ingin mengorder sesuai dengan pesanan konsumen sehingga mudahnya member dalam menyalurkan produk Tupperware kita bandingkan apabila tidak ada cabang Tupperware di kota kita masing-masing berarti alangkah lamanya konsumen menunggu barang yang ia inginkan karena diproses secara ekspedisi bkan secara langsung,dan untuk konsumen yang ingin sekedar membeli untuk kebutuhan pribadi bukan untuk berbisnis maka solusi yang ditawarkan Tupperware adalah bahwa perusahaan Tupperware telah mengangkat member-member yang bisa dikatakan sebagai tempat pemasaran produk Tupperware ini sehingga dengan mudahnya customer untuk membeli produk Tupperware ini karena setau saya sudah banyak di kota Palembang kita ini yang sudah menjadi member Tupperware.
F.     Strategi STP Tupperware
Dalam ilmu marketing kita mengenal STP dan 4P sebagai strategi pemasaran produk ataupun jasa. STP adalah singkatan dari Segmentation, Targeting dan Positioning sedangkan 4P adalah singkatan dari keempat unsur dalam marketing mix, yakni Product, Price, Place dan Promotion. STP dan 4P akan selalu muncul dalam marketing, apa pun konteksnya. Namun kali ini akan membahas Strategi STP saja.\
a.       Segmentation
Adalah upaya memetakan atau pasar dengan memilah-milahkan konsumen sesuai persamaan di antara mereka. Pemilahan ini bisa berdasarkan usia, tempat tinggal, penghasilan, gaya hidup, atau bagaimana cara mereka mengkonsumsi produk. Demografi, penjualan produk Tupperware ditujukan untuk para penduduk di negara maju maupun negara berkembang yang mulai memberikan perhatian lebih terhadap produk rumah tangga sebagai tempat menyimpan makanan kering maupun basah, agar makanan lebih tahan lama. Tupperware tidak hanya menciptakan produk untuk kebutuhan rumah tangga saja tetapi mengarah ke life style, dimana produk yang akan diciptakan bisa sebagai sarana gaya hidup modern dengan medesain produk secantik mungkin dan tidak mengurangai kualitas dan fungsinya.  Tupperware tidak menetapkan wilayah sasaran geografik. Dapat melayani semua segmen pasar. Untuk mendukung keberadaan barang Tupperware banyak menyebar di pasar-pasar besar maupun kecil , dan juga ada di katalog atau majalah dan bisnis online.
Segmentasi dari Tupperware berdasarkan dari usia yaitu produk Tupperware mencakup semua kalangan baik bayi,balita,remaja,dewasa,dan tua masi bisa menggunakan produk Tupperware ini dan pada segmentasi demografi berupa jenis kelamin,Tupperware lebih mengarah pada wanita khususnya ibu-ibu.

b.      Targeting
Setelah memetakan pasar, tahap targeting seperti namanya adalah membidik kelompok konsumen mana yang akan kita sasar. Pria dan wanita. Berusia dari anak-anak sampai dewasa. Atlet, eksekutif, pelajar,yang sering membawal bekal makanan atau minuman saat beraktivitas. Lalu merambah kepasaran ibu-ibu sebagai selingan lifestyle ibu-ibu masa kini. Dulu Tupperware cuma dicitrakan untuk ibu-ibu. Dalam perjalanan waktu, orang tahu, produk ini juga cocok untuk siapa saja, dari eksekutif, pelajar hingga pekerja pria dan wanita. Bahkan, kini semakin banyak konsumen yang menggunakan produk ini, setiap hari, sesuai kebutuhan mereka.Berani menembus semua segmen pasar dari mulai kebutuhan rumah tangga, aktivitas olah raga, pelajar, dan pekerja kantoran yang selalu membawa bekal .
c.       Positioning 
Apabila target pasar sudah jelas, positioning adalah bagaimana kita menjelaskan posisi produk kepada konsumen. Apa beda produk kita dibandingkan kompetitor dan apa saja keunggulannya. Dari contoh produk yang tersedia, Tupperware memberikan manfaat untuk menyimpan makanan lebih tahan lama ,karena keistimewaan produk Tupperware yaitu “SEAL” atau tutupnya yang kedap udara dan kedap cairan dan tidak mudah tumpah. Tupperware cenderung lebih unggul dibandingkan merek sejenis pada kualitas plastik yang sangat bagus, tahan lama dan anti pecah.
G.    Pemasaran Tupperware
Langkah-langkah pemasaran tupperware :
1.      Perusahaan Tupperware telah memberi buku/catalog kepada si member untuk menjual produk tersebut dengan harga yang telah dicantum dimasing-masing produk dengan strategi pemasaran yaitu memberikan diskon sebesar 30% untuk reseller atau member,dengan strategi pemasaran ini maka seseorang tertarik untuk menjualnya ,karena terkadang tidak semua reseller Tupperware member diskon 23% terkadang 20% bahkan 15% saja kepada konsumen agar mendapat keuntungan yang lebih.Tentunya para konsumen akan mencari member terbaik.
2.      Setiap bulannya Tupperware selalu menciptakan produk baru sehingga ada inovasinya dan terkadang ada harga promo besar-besaran yang mendiskon salah satu produk dari Tupperware misal dari harga normalnya Rp 85.000 dicoret menjadi Rp 75.000 dan harga Rp 75.000 tersebut masih di diskon oleh member sesuai dengan besarnya diskon yang ia ajukan pada konsumennya.
3.      Untuk para member pada bulan tertentu maka akan diadakan special offer yaitu penawaran istimewa untuk para anggota Tupperware untuk mendapatkan produk yang mahal tetapi dengan harga yang relative murah seperti contohnya gambar yang ada dengan syarat menyertakan foto copy kartu anggota pada saat pembelian
4.      Cara pemasaran Tupperware yang tidak dimiliki produk plastik lainnya yaitu garansi seumur hidup tanpa batas waktu,hal ini membuat produk yang relative mahal tertutupi akan pemasaran yang seperti itu karena proses pemakaiannya bisa seumur hidup.
5.      Proses pengambilan barangnya cepat sehingga konsumen tidak mengeluh karena produk yang telah dibayar lunas tetapi barangnya lama sekali datangnya.
6.      Produk Tupperware ini memiliki pemasaran yang luar biasa dimana produk yang sudah dipakai dalam waktu yang lama dalam artian warna udah pudar dan tidak menarik lagi dilihat dapat ditukar kembali dengan jenis produk yang sama dengan produk yang baru.
7.      Apabila penjualan yang dilakukan member sesuai dengan jumlah target maka member akan mendapatkan bonus dari Tupperware berupa produk tupperware.
Syarat membeli produk Tupperware bagi para konsumen yaitu bahwa konsumen yang mau membeli produk tersebut harus melunasi terlebih dahulu karena semua produk tidak ready stock melaikan po dalam waktu 1 hari saja untuk proses pengambilannya di pusat atau cabang Tupperware, reseller tidak berani melakukan ready stock dikarenakan produk ini harga nya relative mahal sehingga takut mematikan uang tetapi untuk produk tertentu yang laku contoh eco botol dari Tupperware yang selalu laku dikarenakan bentuknya yang cantik serta kualitas yang bagus maka reseller berani untuk me-ready stocknya.
BAB III
PENUTUP

Hal inilah yang menarik penulis untuk meneliti faktor-faktor yang mempengaruhi loyalitas pelanggan Tupperware karena menurut Griffin (2002: 29) loyalitas mengacu pada perilaku dari unit-unit pengambilan keputusan untuk melakukan pembelian secara terus menerus terhadap barang atau jasa perusahaan yang dipilih. Loyalitas konsumen memiliki peranan penting dalam sebuah perusahaan, mempertahankan mereka berarti meningkatkan kinerja keuangan dan kinerja kelangsungan hidup perusahaan, hal ini menjadi alasan utama bagi perusahaan untuk menarik dan mempertahankan mereka. Menurut Dharmmesta (1999: 128) faktor-faktor yang mempengaruhi loyalitas adalah faktor harga, pelayanan, kualitas produk dan promosi.


DAFTAR PUSTAKA



[1] Indriyo Gitosudarmo, Manajemen Pemasaran (Yogyakarta: BPFE,2014), Hlm.119
[2] Ibid, Hlm.285

MAKALAH KEPRIBADIAN

KEPRIBADIAN

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Tugas
pada Mata Kuliah Manajemen Pemasaran

Oleh    :
Nama   : Islakhul Qonitah
Nim     : 2013114193
Kelas   : G

PROGRAM STUDI EKONOMI SYARIAH
JURUSAN SYARIAH DAN EKONOMI ISLAM
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN)
PEKALONGAN
2015


Bab I
Pendahuluan
I. Latar Belakang
Setiap Studi perilaku organisasi adalah telaah tentang pribadi dan dinamika kelompok dan konteks organisasi, serta sifat organisasi itu sendiri. Setiap kali orang berinteraksi dalam organisasi, banyak faktor yang ikut bermain. Studi organisasi berusaha untuk memahami dan menyusun model-model dari faktor-faktor ini.
Seperti halnya dengan semua ilmu sosial, perilaku organisasi berusaha untuk mengontrolmemprediksikan, dan menjelaskan. Namun ada sejumlah kontroversi mengenai dampak etis dari pemusatan perhatian terhadap perilaku pekerja. Karena itu, perilaku organisasi (dan studi yang berdekatan dengannya, yaitu psikologi industri) kadang-kadang dituduh telah menjadi alat ilmiah bagi pihak yang berkuasa. Terlepas dari tuduhan-tuduhan itu, Perilaku Organisasi dapat memainkan peranan penting dalam perkembangan organisasidan keberhasilan kerja, yang diantaranya membahas tentang Kepribadian dan Emosi, kedua hal tersebut sangat berkaitan erat dengan perilaku organisasi.
Kepribadian dan emosi akan mempengaruhi individu didalam sebuah organisasi. Maka dari itu sangat diperlukan seseorang untuk tahu dan mengerti apa itu kepribadian dan emosi baik dari segi pengertian, ciri – ciri, dll. Dengan penguasaan materi tentang Kepribadian dan Emosi ini diharapkan setiap individu akan bisa menempatkan dirinya didalam sebuah organisasi setelah menguasai materi tersebut. Keberhasilan sebuah organisasi sangat ditentukan oleh individu di dalamnya.


II. Rumusan Masalah
1.      Apakah definisi dari Kepribadian  dan Emosi
2.      Apakah  ciri-ciri Kepribadian dan Emosi
3.      Apakah dimensi dari Emosi
4.      Bagaimana pengaruh dari kepribadian dan emosi terhadap perilaku organisasi.
5.      Apa saja Atribut-atribut Kepribadian.
III. Tujuan Penulisan
1.      Untuk mengetahui definisi dari Kepribadian dan emosi secara psikologis maupun definisi sehari harinya, ciri – ciri, atribut kepribadian utama yang mempengaruhi perilaku oraganisasi, serta mengetahui kepribadian dan budaya nasional.
2.      Untuk mengetahui dimensi dimensi emosi dan batas ekternal emosi terhadap perilaku organisasi.
IV. Manfaat Penulisan
1.      Manfaatnya untuk Mahasiswa adalah sebagai panduan atau tunjangan dalam mata kuliah Prilaku organisasi.
2.      Manfaatnya Untuk Fakultas adalah sebagai tambahan karya tulis untuk memperkaya materi mengenai Perilaku Organisasi.
3.      Manfaatnya untuk Masyarakata dan dunia kerja, jika seseorang telah mengerti apa itu kepribadian dan emosi dan tau cara mengendalikannya dalam dunia organisasi maka akan sangat berguna untuk kemajuan sebuah perusahaan dan masyarakat.

                       

Bab II
Pembahasan
A.     Pengertian Kepribadian dan Emosi
Istilah kepribadian atau dalam bahasa inggrisnya” personality” berasal dari bahasa Yunani kuno, yaitu prosopon atau persona yang berarti ‘Topeng’ dan biasa digunakan dalam pertunjukan teater. Konsep awal personaliti adalah tingkah laku yang ditunjukan kepada lingkungan sosial dan kesan mengenai diri yang diinginkan agar dapat ditangkap oleh orang lain.
Kepribadian adalah cara dengan mana seseorang bereaksi dan berinteraksi dengan orang lain (Robbins 1993). Kepribadian merupakan  pola khas seseorang dalam berpikir,  merasakan dan berperilaku yang relatif stabil dan dapat diperkirakan (Dorland, 2002). Kepribadian juga merupakan jumlah total kecenderungan  bawaan atau herediter dengan berbagai pengaruh dari lingkungan serta  pendidikan, yang membentuk kondisi kejiwaan seseorang dan mempengaruhi  sikapnya terhadap kehidupan (Weller, 2005).  Berdasarkan pengertian  tersebut, dapat disimpulkan bahwa kepribadian meliputi segala corak perilaku  dan sifat yang khas dan dapat diperkirakan pada  diri seseorang, yang  digunakan untuk bereaksi dan menyesuaikan diri terhadap rangsangan,  sehingga corak tingkah lakunya itu merupakan satu kesatuan fungsional yang  khas bagi individu itu.
Dari segi etimologi, emosi berasal dari akar kata bahasa latin” movere” yang berarti “menggerakan, bergerak.” Kemudian ditambah dengan awalan e- untuk memberikan arti “ bergerak menjauh”. Makna ini menyiratkan kesan bahwa kecenderungan bertindak merupakanhal mutlak dalam emosi.
Para ahli Psikologi telah berupaya mendefinisikan emosi dengan mendasarkan pada pengalamandan penelitian terhadap manusia dan hewan, kendati masih menemukan banyak kendala.
Emosi adalah Suatu gejala psiko-fisilogis yang menimbulkan efek pada persepsi, sikap, dan tingkah laku, serta mengejawantah dalam bentuk ekspresi tertentu.
Tidak bisa dipungkiri bila tempat kerja atau kantor, seringkali menjadi gudangnya permasalah. Mulai dari masalah-masalah yang timbul dari pekerjaan, seperti berat dan menumpuknya tugas, hingga masalah-masalah yang timbul akibat dari interaksi anda dengan atasan atau rekan kerja.
Secara garis basar, emosi yang kita tampilkan menjadi sikap terbagi dua macam, yaitu emosi positif dan emosi negatif. Emosi positif antara lain kenikmatan dan cinta. Sedangkan, emosi negatif antara lain frustrasi, khawatir,marah,tidak suka, kecewa, dan lain-lain.
Berbagai penelitian telah membuktikan hal ini, bahwa emosi mempunyai pengaruh di tempat kerja,dan di katakan bahwa emosi seperti sebuah virus yang dapat menular. Ia dapat mempengaruhi kinerja lingkungan secara keseluruhan, baik itu emosi yang bersifat positif maupun  yang negatif. Oleh karena itu, orang-orang yang berada pada level jabatan lebih tinggi, para manager misalnya, mereka sangat dianjurkan agar selalu menampilkan emosi yang positif. Emosi positif dari para petinggi ini pada gilirannya dapat mempengaruhi kinerja bawahannya. Emosi positif dan negatif sangat berpengaruh besar terhadapkarir seseorang. Mengingat begitu besar pengaruh emosi di tempat kerja atau kantor seperti yang disebut diatas, maka sudah selayaknya bagi kita sebagai orang terlibat dilingkungan tersebutuntuk memiliki kemampuan dalam mengelola emosi. Dengan pengelolaan emosi yang buruk, niscaya anda akan jauh dari kesuksesan. Sebaliknya,dengan pengolaan emosi yang baik, berbagai manfaat darinya bisa diraih.
Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan kepribadian
1.      Faktor Genetik atau Hereditas
2.      Faktor Lingkungan
3.      Faktor Belajar
4.      Faktor Pengasuhan
5.      Faktor Perkembangan
6.      Faktor Kesadaran
7.      Faktor Ketidaksadaran
8.      Faktor Situasi

B.     Ciri-Ciri Kepribadian dan Emosi
Ciri-ciri Kepribadian:
1.      Pencarian awal atas ciri-ciri primer : ada 16 ciri-ciri yang dianggap sebagai sumber perilaku yang konstan dan mantap yaitu : pendiam – ramah, kurang cerdas – lebih cerdas, dipengaruhi oleh perasaan – stabil secara emosional, penurut – dominan, serius – tak kenal susah, bijaksana – berhati-hati, malu-malu – suka bertualang, keras – sensitif, percaya – curiga, praktis – imaginatif, jujur – lihai, yakin – ragu-ragu, konservatif, suka bereksperimen, tergantung kelompok – mandiri, tak terkendali – terkendali, santai – tegang.
2.      The Myers-Briggs Type Indicator (MBTI) : adalah salah satu kerangka kerja kepribadian dengan 100 pertanyaan yang menanyakan kepada orang bagaimana mereka biasanya bertindak atau merasa dalam situasi tertentu. Individu pada akhirnya akan diklasifikasikan sebagai ekstrovet (E) dan intovert (I), sensing (S) atau intuitif (N), berpikir (T) atau merasa (F), dan memahami (P) atau menilai (J). Hasilnya nanti akan dirangkai seperti misalnya INTJ dalah kaum visioner, ESTJ adalah pengorganisasi, ENTP adalah pengagas, dllnya.
3.       Model lima besar: adalah 5 dimensi dasar hasil riset terbaru yang melandasi semua ciri dan meliputi sebagian besar variasi yang signifikan dalam kepribadian manusia, yaitu :
Ø  Ekstraversi : mencakup tingkat kesenangan seseorang akan hubungan. Orang yang ekstravert akan cenderung suka berkelompok, tegas, dan mampu bersosialisasi. Kaum introvert cenderung pendiam, malu-malu, dan tenang.
Ø  Kemampuan untuk bersepakat : merujuk pada kecennderungan untuk tunduk pada orang lain. Orang yang skornya tinggi akan kooperatif, hangat, dan percaya. Sedangkan yang rendah akan dingin, tidak mampu bersepakat, dan antagonistik.
Ø  Sifat mendengarkan suara hati : merupakan ukuran dari keandalan. Orang yang peka terhadap suara hati akan bertanggung jawab, terorganisir, dapat dipercaya, dan gigih. Sedangkan yang sebaliknya akan mudah bingung, tidak terorganisir, dan tidak handal.
Ø  Stabilitas emosional : merujuk pada kemampuan untuk bertahan terhadap stress. Orang yang skornya tinggi akan cenderung tenang, percaya diri, dan aman. Yang sebalinya akan cenderung gelisah, cemas, gugup, tertekan, dan tidak aman.
Ø   Keterbukaan terhadap pengalaman : merujuk pada kisaran minat individual dan kekaguman terhadap hal baru. Orang yang terbuka akan kreatif, ingin tahu, dan sensitif secara artistik. Sedangkan yang sebaliknya akan konvensional dan menemukan kenyamanan dalam keakraban.
C.    Dimensi Emosi
Emosi ada beberapa jenis berdasarkan :
1.      Varietas : riset mengidentifikasikan enam emosi yang universal, yaitu kemarahan, ketakutan, kesedihan, kegembiraan, kejijikan, dan kejutan. Enam emosi ini dapat dikonseptualisasikan sebagai terus ada sepanjang satu kontinuum, dimana semakin dekat jarak dua emosi apapun pada kontinuum tersebut akan semakin membingungkan orang. Contohnya adalah kebahagiaan dan kejutan sering dikacaukan, sementara kebahagiaan dan kemuakan jarang sekali.
2.      Intensitas : ekspresi yang berbeda dari intensitas emosi yang sama bisa disebabkan dari kepribadian ataupun tuntutan ditempat kerja. Ada orang yang terkendali, tidak pernah memperlihatkan rasa marah, namun ada pula yang sebaliknya. Tentu saja hal ini harus disesuaikan dengan pekerjaan. Presenter misalnya, harus menunjukkan intensitas emosi yang sesuai dengan acara yang dibawakannya.
3.      Frekuensi dan durasi : frekuensi dan durasi yang diperlukan untuk tenaga kerja emosional juga harus disesuaikan dengan kemampuan frekuensi dan durasi yang dimiliki karyawan.
D.    Teori-teori Kepribadian
1.      Teori Psikoanalitis (Psychoanalytic Theory)
Kepribadian memiliki tiga komponen atau sistem yang berbeda yaitu id, ego dan superego. Komponen kepribadian yang paling besar dan yang paling dahulu berkembang semasa kanak-kanak adalah id. Id merupakan bagian dari kepribadian yang mengandung  kata hati untuk menghasilakn kepuasan dan mengajar kesenangan. Ego merupakan bagian dari sistem kepribadian yang bertindak sebagai penengah dalam hal terjadinya pertentangan antara Id dan superego. Sedangkan Ego merupakan bagian dari sistem kepribadian yang diserap selama manusia tumbuh dan merupakan gudang nilai-nilai dalam diri seseorang.
2.      Teori  Pemenuhan ( Fulfillment Theory)
Teori pemenuhan didasarkan pada suatu premis bahwa manusia hanya memiliki  satu dasar ketakutan yang secara terus-menerus mendorongnya ke arah pemenuhan akan aktulisasi.
3.      Teori Konsistensi
Teori ini menganggap tidak adanya sifat bawaan lahir dari diri manusia. Teori konsistensi menganggap bahwa kepribadian manusia dipelajari melalui pengalamandalam interaksinya dengan lingkungan disekitarnya.
E.     Atribut-Atribut Kepribadian
Ada beberapa dimensi utama kepribadian yang mempengaruhi bagaimana seseorang berperilaku di dalam organisasi :     
1)      Daerah Pengendalian (locus of control)
Daerah pengendalian berkaitan dengan sejauh mana seseorang merasa yakin bahwa tindakannya akan memepengaruhi imbalan yang akan diterimanya. Daerah pengendalian kepribadian dibedakan menjadi dua yaitu kepribadian yang bersifat pengendalian internal dan eksternal. Kepribadian yang bersifat pengendalian internal adalah kepribadian dimana seseorang percaya bahwa ia mengendalikan apa yang terjadi padanya. Sedangkan sifat kepribadian pengendalian eksternal adalah keyakinan seseorang bahwa apa yang terjadi padanya dikendalikan oleh kekuatan dari luar seperti keberuntungan dan nasib.

2)      Paham Otoritarian
Paham otoritarian berkaitan dengan suatu keyakinan bahwa ada perbedaan status dan kekuasaan di antara orang-orang dalam organisasi. Ada kecenderungan  bahwa orang yang memiliki sifat kepribadian otoritarian tinggi akan berprestasi rendah/negatif pada pekerjaan yang banyak membutuhkan perasaan dalam hubungannya dengan karyawan yang lain, serta dalam situasi yang selalu berubah dan komplek.
Sebaliknya sifat kepribadian otoritarian tinggi lebih cocok untuk tugas-tugas yang sangat terstruktur clan dan sangat ketat dengan peraturan.
3)      Orientasi Prestasi
Orientasi prestasi juga merupakan karakteristik kepribadian yang dapat dipergunakan untuk meramalkan perilaku. Dari hasil studi yang dilakukan oleh Mc Clelland tentang kebutuhan akan prestasi (nAch), orang yang memiliki kebutuhan akan prestasi tinggi dapat digambarkan sebagai orang yang selalu bekerja keras dalam melakukan sesuatu untuk prestasi yang lebih baik.
Menurut Mc Clelland ada tiga karakteristik sifat kepribadian seseorang yang memiliki kebutuhan akan prestasi yang tinggi. Pertama, mereka secara pribadi ingin bertanggung jawab atas keberhasilan penyelesaian suatu tugas. Kedua, mereka lebih senang dengan suatu resiko yang moderat. Ketiga, segera ingin mendapatkan umpan balik atas prestasinya.
4)      Introversi (introversion) dan ekstroversi (extroversion)
Introversi adalah sifat kepribadian seseorang yang cenderung menghabiskan waktunya dengan dunianya sendiri dan menghasilkan kepuasan atas pikiran dan perasaannya. Ekstroversi merupakan sifat kepribadian yang cenderung mengarahkan perhatiannya pada orang lain dan kejadian di lingkungan dan menghasilkan kepuasan dan stimulus lingkungan.

Berikut beberapa tips yang dapat membantu anda mengelola emosi di tempat kerja, diantaranya yaitu :
Ø  Pertama-tama, tanamkan tekad kepada diri sendiri untuk mengendalikan emosi dan tidak tunduk pada emosi-emosi negatif yang muncul. Ikrarkan dalam diri untuk tidak mudah marah. Tujuan hidup anda adalah yang paling penting. Anggap kemarahan anda yang tidak terkendali adalah muuh besar dan harus ditanggulangi.
Ø  Jika anda ingin mengeluarkan emosi negatif, marah misalnya, cobalah untuk memposisikan diri anda sebagai orang yang akan menjadi tempat kemarahan anda. Ini dinamakan dengan empati, keberhasilan anda untuk berempati akan secara ajaib mengendalikan emosi anda. Anda boleh mencobanya saat sedang mengalami emosi negatif.
Ø  Saat sedang emosi, anda sebaiknya menenangkan hati terlebih dahulu ditempat yang nyaman. Tempat yang sunyi dan asri seperti taman dan ruang santai menjadi tempat yang cocok untuk menurunkan gejolak emosi. Untuk merendam emosi, anda juga bisa menarik nafas dalam-dalam dan hembuskan perlahan.
Ø  Baru setelah anda merasa diri lebih tenang, anda bisa segera mencari penyebab emosi yang timbul, setelah itu mencari solusi. Ketika pikiran kita mulai tenang, cobalah untuk mencari sumber permasalahan dan bagaimana untuk menyelesaikan dengan cara terbaik. Mungkin itu semua akan secara signifikan mengurangi beban pikiran anda.
Ø  Cara lain untuk merendam emosi adalah dengan menyibukkan diri anda dengan sesuatu yang anda sukai.
Ø  Apabila emosi anda masih terasa, segera cuci muka atau mandi. Jika anda seorang muslim, berwudhu dan shalat menjadi hal yang baik dilakukan.
Ø  Saat menghadapi kemarahan seseorang, baik dari atasan atau rekan kerja, cobalah untuk diam menutup rapat-rapat. Meskipun mereka menyerang anda, tidak perlu langsung berusaha membela diri.  Tahan emosi, selama anda diam dan mendengarkan, komunikasikan perhatian anda dengan bahasa tubuh. Sampaikan bahwa anda benar-benar memperhatikan.
Ø  Setelah kemarahan mereka mereda, andda bisa menyampaikan pembelaan anda. Berbicaralah dengan tenang, jelas dan tegas. Ketenangan anda akan meredakan suasana.
Ø  Terkadang,memendam perasaan memang sangat memberatkan. Untuk meringankan beban perasaan tersebut anda bisa mencurahkan isi hati atau kekesalan kepada orang lain. Pililah tempat curhat dengan bijaksana, dan pikirkan dua kali sebelum menentukan siapa orangnya agar anda tidak dikhianati.
Ø  Biasakan untuk selalu berpikir secara rasoinal sebelum bertindak. Jangan suka membesar-besarkan masalah dan jangan juga menyepelekan masalah yang besar.
Ø  Usahakan anda tetap menampilkan ekspresi yang baik, seperti menyapa dan tersenyum, karena senyum dapat melunturkan rasa kesal dan marah. Senyum juga menunjukan kelapangan dan kebesaran hati anda.
Ø  Meredam emosi yang sedang anda rasakan juga bisa dilakukan dengan cara melampiaskan untuk berolahraga. Gerak tubuh bermanfaat menyegarkan fisik sekaligus pikiran anda.
Ø  Jika anda merasa suasana tempat kerja atau kantor sudah begitu tidak menyenangkan, anda perlu melepaskan rutinitas anda dengan mengambil cuti kerja atau rekreasi. Ini membantu anda mendapatkan penyegaran ditengah masalah-masalah yang anda hadapi di kantor.

KESIMPULAN

Kepribadian adalah cara dengan mana seseorang bereaksi dan berinteraksi dengan orang lain (Robbins 1993). Kepribadian merupakan  pola khas seseorang dalam berpikir,  merasakan dan berperilaku yang relatif stabil dan dapat diperkirakan (Dorland, 2002). Kepribadian juga merupakan jumlah total kecenderungan  bawaan atau herediter dengan berbagai pengaruh dari lingkungan serta  pendidikan, yang membentuk kondisi kejiwaan seseorang dan mempengaruhi  sikapnya terhadap kehidupan (Weller, 2005).
Emosi adalah Suatu gejala psiko-fisilogis yang menimbulkan efek pada persepsi, sikap, dan tingkah laku, serta mengejawantah dalam bentuk ekspresi tertentu.
Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan kepribadian
1.      Faktor Genetik atau Hereditas
2.      Faktor Lingkungan
3.      Faktor Belajar
4.      Faktor Pengasuhan
5.      Faktor Perkembangan
6.      Faktor Kesadaran
7.      Faktor Ketidaksadaran
8.      Faktor Situasi
Ciri-ciri Kepribadian:
1.      Pencarian awal atas ciri-ciri primer
2.      The Myers-Briggs Type Indicator (MBTI)
3.      Model lima besar

Teori-teori Kepribadian
1.      Teori Psikoanalitis (Psychoanalytic Theory)
2.      Teori  Pemenuhan ( Fulfillment Theory)
3.      Teori Konsistensi
Atribut-Atribut Kepribadian
Ada beberapa dimensi utama kepribadian yang mempengaruhi bagaimana seseorang berperilaku di dalam organisasi :     
1.      Daerah Pengendalian (locus of control)
2.      Paham Otoritarian
3.      Orientasi Prestasi
4.      Introversi (introversion) dan ekstroversi (extroversion)








Daftar Pustaka

Buku:

Dede Rahmat Hidayat, Teori dan Aplikasi: Psikolosi Kepribadian dalam Konseling, Bogor: Ghalia Indonesia, 2011

Indriyo Gitosudarmo, Perilaku Keorganisasian, Yogyakarta : BPFE, Cet. 6, 2004
Muhammad Darwis Hude, Emosi: Penjelajahan religio-psikologis tentang emosi manusia di daalam Al-Qur’an , Jakarta : Erlangga, 2006
Teguh Sutanto, Sukses di Dunia Kerja, Yogyakarta: Buku Pintar, 2012

Internet:

Www. Islamquest.net

BUKALAH

MATERIAL HANDLING

MATERIAL HANDLING DAN TIPE TIEP LAYOUT SERTA PENENTUAN LAYOUT SECARA MAKSIMAL  Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Tugas pada Mata Kuliah M...